Skip to main content

Posts

18 Februari 2023

Hari itu tepat 18 Februari 2023 jam 09.00 wib, dia mengucapkan janji bahwa dia akan menerima kelebihan dan kekuranganku, menjaga dan membimbingku, mengasihi dan menyayangiku sepanjang waktu kami mengarungi kehidupan ini. Terima kasih telah menjadi akhir yang membahagiakan dalam senyum ini. Air mata yang jatuh itu akan aku balas dengan seluruh kasih sayang yang aku miliki. Sungguh.

Thanks.

Hari ini, aku mulai menyadari akan kata layak dan tidak layak. Dalam hidup aku diberikan banyak sekali pilihan untuk tetap bertahan. Menahan ego untuk tetap tinggal tapi tidak bahagia. Dulu aku pernah diposisi ini, bertahan dengan keadaan yang aku sendiri tidak bahagia ada didalamnya. Menghambat segala aktivitas yang seharusnya ada dalam hidup aku. Yang pada akhirnya aku bisa menentukan apakah bertahan itu layak dalam hidupku atau tidak. Keputusan yang aku ambil mungkin menyisakan luka tapi aku yakin itu sementara. Keyakinanku akan hal itu ternyata terwujud dalam bentuk email hari ini. Aku dinyatakan lulus dengan gelar yang aku impikan selama ini, dan dengan nilai baik. Dreamlist yang aku buat beberapa tahun lalu sebentar lagi terpenuhi satupersatu. Bukti bahwa sesuatu yang telah aku tinggalkan memang tidak layak aku  pertahankan. Menyesal? Tentu tidak, karena dengan adanya luka sementara itu aku belajar bagaimana rasa bahagia. Terima kasih karena terlalu banyak orang yang telah me...

Penyesalan Terberatku

Aku hidup dengan cukup, cukup segi ekonomi, cukup segi pendidikan, dan cukup segi perhatian. Tapi ada yang sesekali menggangguku, perhatian yang orang tua kasih terkadang membuatku tertekan hingga aku mencari perhatian itu dari orang lain. Layaknya pemuda pada umumnya, aku menggoda beberapa perempuan hingga akhirnya aku menemukannya. Waktu luang yang cukup banyak membuatku sering bertemu dengannya. Dan ini awal mulanya. Siang itu tepat di rumahku yang lain kota dengan rumah orang tuaku, aku mengajaknya main hingga kekhilafan itu terjadi. Kami sadar akan hal yang telah kami lakukan adalah salah, tapi terlalu pendek untuk kami berpikir apa akibatnya. Terjawab sudah setelah satu bulan lamanya, dia mengabariku dengan isak tangis bahwa dirinya hamil. Iya betul, hamil anakku. Bersama kami berpikir seminggu lamanya, bulat tekat kami untuk mengumpulkan keberanian bicara kepada kedua orang tuaku. Harga diri keluargaku telah aku bayar murah karena kesalahan ini. Benar dan sesuai bayanganku, kedu...

Keputusannya

Setelah beberapa bulan yang lalu aku ceritakan bagaimana awal dari keputusan yang dia buat. Hari itu tiba, tepatnya tanggal 20 Agustus 2022. Dia datang bersama dengan kedua orang tuanya persis seperti bayanganku. Tidak banyak yang ku harapkan selain hari itu akan jadi hari bahagia tak terlupakan khususnya untuk aku dan dia. Dengan baju brukat dan kebaya serasi dengan kemeja yang dia pakai, aku masuk ke ruangan itu. Banyak mata tertuju padaku. "Sebelum saya selaku wali mengutarakan tujuan dari kedatangan kami, saya ingin bertanya dulu, apakah mba Vina sudah ada yang punya?", Kata Ayahnya setelah aku duduk tepat di samping beliau. "Ada, yang punya ya mas Bim", Jawabku sembari tersenyum melihat ke arahnya. Prosesi demi prosesi hingga waktunya tukar cincin, ibunya memakaikan cincin di jari manisku dan begitu sebaliknya, ibuku memakaikan cincin di jari manisnya. Tidak akan banyak yang aku ceritakan disini, karena akan panjang dan akan aku ceritakan di lain post. Berikut ...

Memikat hingga Mengikat

Menemuiku memang bukan pengalaman pertama baginya, begitupun aku menjemputnya bukanlah hal yang asing. Hanya dua kali dalam setahun kami bertemu, tidak membuat jarak tampak jelas. Dia bukan sosok yang aku kagumi layaknya bintang iklan, tapi karena bertemu dengannya membuka mataku tentang sisi lain seorang bintang. Orang tua yang mulai mengkhawatirkan anaknya, saat itu telah tiba. Dari memikat hingga mengikat, aku tidak pernah meragukan hubungan ini karena kami tulis ceritanya bersama. Dan ini awalnya. Sore itu aku menjemputnya seperti biasa, di salah satu Stasiun di pinggir kota Surabaya. Wajahnya yang lagi-lagi menarikku untuk selalu tersenyum ketika melihatnya. Bulu mata yang lentik itu tak lama membuat aku terpikat olehnya. “Sudah lama nunggunya?”, tanyanya sembari menarik tanganku . “Lumayan, ayo! Disana mobilnya”, jawabku dengan menunjuk arah.             Kami pergi ke salah satu tempat makan untuk bertemu dengan orang ...

Selulitis

Selulitis adalah infeksi bakteri pada kulit dan jaringan di bawah kulit. Hal ini terjadi ketika bakteri masuk dari kulit yang terbuka (luka) dan menyebar. Hasilnya adalah infeksi yang dapat menyebabkan pembengkakan, kemerahan, nyeri, ataupun hangat pada kulit. I nfeksi kulit bakteri umum yang menyebabkan kemerahan, pembengkakan, dan nyeri di area kulit yang terinfeksi. Jika tidak diobati, dapat menyebar dan menyebabkan masalah kesehatan yang serius.  Perawatan luka dan kebersihan yang baik penting untuk mencegah selulitis. Berbagai jenis bakteri dapat menyebabkan selulitis, yang merupakan infeksi pada lapisan kulit yang lebih dalam. Penyebab paling umum seluliti adalah bakteri grup A Streptococcus atau grup A strep. Para ahli tidak tahu bagaimana bakteri masuk ke dalam tubuh bagi banyak orang yang mendapatkan selulitis. Terkadang bakteri masuk ke dalam tubuh melalui lubang di kulit, seperti luka atau luka operasi. Umumnya orang tidak dapat tertular selulitis dari o...

Penantian

Ada yang rusak, tapi aku bingung cara memperbaikinya. Bukan karena aku tidak mau memperbaikinya, tapi aku tidak tahu bagian mana yang harus diperbaiki terlebih dahulu. Ada yang luka, tapi aku bingung cara menutupnya. Bukan karena aku tidak mau menutup luka itu, tapi luka itu sudah terlalu besar untuk sekedar ditutup. Ada yang sakit, tapi aku bingung cara mengobatinya. Bukan karena aku tidak mau mengobatinya, tapi aku tidak mengerti obat apa yang bisa menyembuhkannya.  Rindu yang amat dalam membutakan mata sehingga nikmat yang ada jadi tidak terlihat. Cinta yang amat besar membekukan hati sehingga kebohongan yang ada jadi tidak terasa. Rasa sayang yang amat luas menutup mata dan hati sehingga  kenyataan pahitpun terasa indah. Janji manis yang terucap dulu, kini hanya tinggal kenangan. Kenangan manis yang dulu, kini hanya peninggalan. Tidak pernah terlihat kah olehmu rasa sayang, cinta, serta rinduku yang begitu melimpah kepadamu? Berdoa dan berharap bahwa mimpi bukan hanya seke...