Skip to main content

Posts

Malu

Apa benar cinta membuat kita buta? Entahlah aku malu untuk mengungkapkan ini. Mungkin sekarang pipiku memerah, bibirku tersenyum lebar, ini sangat membuat aku malu. Aku merasa bersama dengan orang yang tepat, belajar untuk menjadi dewasa bersama, dan berharap bisa menua bersama. Tidak peduli seberapa banyak orang yang menginginkan perpisahan kita, tapi kita tetap memilih bertahan. Masalah yang dulu terlihat besar, kini mampu kita kecilkan. Masalah yang dulu terasa sepele, sekarang menjadi tidak terasa. Hadiah terindah yang belum pernah aku dapatkan sebelumnya, merasakan cinta kasih. Mungkin aku belum bisa mendefinisikan apa itu cinta, karena terlalu dini untuk mengungkapkan bahwa ini memang cinta. Dimulai dari menganggap dirinya adalah satu-satunya, memahami dan dipahami perasaannya, saling mengasihi dan menerima keadaan yang ada. Sampai dititik aku bisa menertawakan tingkahnya, memaklumi emosinya, memaafkan kesalahannya, dan (iya) aku tidak berhenti memikirkannya.  Tumbuh bersama ...

07.52 05012022

 Pagi ini aku ke puskesmas untuk mengurus salah satu persyaratan perpanjangan SIM. Saat duduk mengantri panggilan masuk ke poli umum, tepat sekali disebelah kanan aku ada ibu-ibu mengantar anaknya. Entah anaknya sakit, atau beliau yang sakit. Tapi yang membuat aku tercengang, melihat bajunya yang super ketat dan super pendek. Beliau menggunakan mini dress dengan nyaman awalnya duduk dan bersantai mendengarkan lagu maybe dengan headset. Tidak begitu lama ada bapak-bapak datang dan duduk tepat didepan ibu itu. Tau dong apa yabg terjadi? Ibu itu seketika salah tingkah. Membenarkan letak kaki, menurunkan dressnya yang menurutku ga bakal bisa turun lagi hemm. Seketika bilang dalam hati, "itu super ketat loh bu hehe".  Aku salah ga sih kalau senyum-senyum melihat ini. Tingkah orang sekarang menggelikan deh. Coba kalau ibu pakai baju yang lebih sopan pasti ga bakal ribet sendiri sampai salah tingkah. Take care ya, bu! :)

Bersama Vina (3)

HAIIII! Sudah hampir sebulan lalu cerita bersama Vina yang kedua, bersama Vina yang ketiga ini aku mau cerita tentang teman, sahabat, adek juga bisa sih karena emang dia lebih muda dari aku haha. Namanya Titis, entah itu nama dari mana karena nama aslinya bukan itu. Awal kita mengenal dekat karena kita satu kelas, dan sering banget ke kantin bareng. Bahkan ga cuma di kelas, di kampus, bahkan di luar kampus kita masih banyak kegiatan bareng. Entah makan, makan, atau makan wkwk, intinya kita dekat karena punya hobi yang sama, yaitu MAKAN. Tapi jangan dikira kita temenan isinya cuma makan, karena sudah banyak hal-hal yang aku ceritakan ke dia. Dari hal paling ga penting, sampe hal yang paling sensitif dalam hidup aku. Jarang kita ngomongin orang lain, karena kehidupan kita masing-masing juga banyak drama.  Drama part #1 Entah kita kenapa, dapat tugas dan isinya kita plonga-plongo alhasil ngerjain tugas seharian full sampai subuh baru kelar. Padahal presentasi jam tujuh pagi, hal tergi...

03.48

Ini tepat pukul 03.48 dan iya ini subuh. Renungan sedikit ya, karena lagi viralnya selebgram yang telah berpulang. Setiap orang punya jalan cerita dalam hidupnya yang mungkin tidak sama satu dengan yang lain. Laura meninggal setelah 2 tahun berjuang untuk sembuh. Dan aku yang bertahan selama 1 tahun kesakitan sampai akhirnya sekarang alhamdulillah sehat. Allah maha pembuat skenario hamba-hambaNya. Bersyukur karena masih bisa bernafas setiap detiknya, membuat aku sadar Allah punya jalan cerita indah hari ini. Tulisan ini mungkin terlihat tidak penting, cuma aku pengen ungkapin aja gitu. Allah baik banget sama aku, karena tegurannya berupa kesehatan. Jangan lupa bersyukur ya, vin! :) 

Bersama Vina (2)

Bersama Vina yang kedua ini aku mau cerita tentang teman aku yang bisa dibilang kayak saudara gitu. Karena kita dari kecil bersama, bukan dengan ga ada masalah diantara kita karena meskipun sedekat apapun kita dengan siapapun pasti ada permasalahan. Awalnya kita hanya teman sekolah dasar, intinya temenan dari bocil wkwk. Namanya Dila, dia orang yang super hyperactive, kebanyakan tingkah, frontal, tapi juga pekerja keras. Karena aku mengenal dia dari kecil, mungkin terlalu banyak cerita yang kita lewati bersama, kalau aku ceritain semua bisa jadi cerpen ini. Aku cerita part-part yang paling aku ingat aja kali ya.  Suatu ketika, untuk pertama kalinya aku diperbolehkan pergi keluar kota tanpa orang tua ataupun keluarga ya itu sama dia. Cuma berdua, ke Daerah Istimewa Yogyakarta, kota yang indah, orangnya ramah-ramah, sangat menyenangkan. Kita tinggal di kos-kosan temannya dia, dan aku inget banget kita pernah ga mandi seharian karena kos-kosannya mati listrik dan ga ada air. Kita jala...

Bersama Vina (1)

Selamat siang, kali ini aku mau cerita tentang orang terdekat aku yang punya banyak cerita bareng aku. Aku awali cerita ini tentang teman baik aku, namanya Ifa (btw maaf ya fa aku ga samarin nama haha, sengaja). Dia termasuk orang terdekat aku, karena banyak hal yang pernah kita lalui bareng. Kita bertemu dan mengenal satu sama lain tepatnya karena kita satu kelas waktu aku kuliah. Aku inget betul bagaimana awal kita berkenalan dan memutuskan untuk bersahabat. Satu tahun berlalu seperti anak kuliahan yang lain aja gitu, sampai akhirnya kita mengikuti pemilihan HIMA alias himpunan mahasiswa. Dibilang aktif juga ga aktif banget sih, kita kebanyakan main diluar bareng dengan 4 teman dekatku yang lain (mungkin akan aku ceritakan di part selanjutnya ya hehe).  Tergolong dekat memang, aku sering membantu pekerjaan Ifa di Hima meskipun kita tidak satu divisi. Hal yang paling aku ingat sampai sekarang, aku dibonceng dia sampai ke ujung Kota ini hanya untuk membagikan sertifikat dan brosur ...

Sosial Media

Hai, apa kabar? Semoga kamu disana baik-baik aja, jangan lupa untuk bahagia ya.. Aku mau cerita tentang pertanyaan yang selalu muncul dalam benakku, "mengapa?". Di usiaku yang bukan remaja lagi, teman-temanku kebanyakan sudah pada nikah dan sibuk dengan keluarga kecilnya masing-masing. Ada banyak ragam instastory maupun feed yang mereka bagikan di Instagram. Tentunya mereka paham akan banyak pasang mata yang melihat itu. Aku memahami kebahagiaan mereka. Mempunyai keluarga sederhana yang bahagia adalah hal yang ingin mereka tampilkan. Wajar.  Tapi mengapa masih ada orang yang sudah share beberapa moment bahagianya, tapi beberapa waktu kemudian mereka undo. Apa mereka sekita tidak bahagia? Atau cuma ingin membaginya saat mereka bahagia saja? Atau mengapa begitu? Pertanyaan-pertanyaan akan muncul dan apa mereka memahami itu? Beberapa bulan yang lalu membagikan tentang moment bahagianya dengan pasangan di hari pernikahan. Lalu hilang begitu aja, tanpa jejak. Apa mereka menyadari ...