Skip to main content

Posts

Bersama Vina (3)

HAIIII! Sudah hampir sebulan lalu cerita bersama Vina yang kedua, bersama Vina yang ketiga ini aku mau cerita tentang teman, sahabat, adek juga bisa sih karena emang dia lebih muda dari aku haha. Namanya Titis, entah itu nama dari mana karena nama aslinya bukan itu. Awal kita mengenal dekat karena kita satu kelas, dan sering banget ke kantin bareng. Bahkan ga cuma di kelas, di kampus, bahkan di luar kampus kita masih banyak kegiatan bareng. Entah makan, makan, atau makan wkwk, intinya kita dekat karena punya hobi yang sama, yaitu MAKAN. Tapi jangan dikira kita temenan isinya cuma makan, karena sudah banyak hal-hal yang aku ceritakan ke dia. Dari hal paling ga penting, sampe hal yang paling sensitif dalam hidup aku. Jarang kita ngomongin orang lain, karena kehidupan kita masing-masing juga banyak drama.  Drama part #1 Entah kita kenapa, dapat tugas dan isinya kita plonga-plongo alhasil ngerjain tugas seharian full sampai subuh baru kelar. Padahal presentasi jam tujuh pagi, hal tergi...

03.48

Ini tepat pukul 03.48 dan iya ini subuh. Renungan sedikit ya, karena lagi viralnya selebgram yang telah berpulang. Setiap orang punya jalan cerita dalam hidupnya yang mungkin tidak sama satu dengan yang lain. Laura meninggal setelah 2 tahun berjuang untuk sembuh. Dan aku yang bertahan selama 1 tahun kesakitan sampai akhirnya sekarang alhamdulillah sehat. Allah maha pembuat skenario hamba-hambaNya. Bersyukur karena masih bisa bernafas setiap detiknya, membuat aku sadar Allah punya jalan cerita indah hari ini. Tulisan ini mungkin terlihat tidak penting, cuma aku pengen ungkapin aja gitu. Allah baik banget sama aku, karena tegurannya berupa kesehatan. Jangan lupa bersyukur ya, vin! :) 

Bersama Vina (2)

Bersama Vina yang kedua ini aku mau cerita tentang teman aku yang bisa dibilang kayak saudara gitu. Karena kita dari kecil bersama, bukan dengan ga ada masalah diantara kita karena meskipun sedekat apapun kita dengan siapapun pasti ada permasalahan. Awalnya kita hanya teman sekolah dasar, intinya temenan dari bocil wkwk. Namanya Dila, dia orang yang super hyperactive, kebanyakan tingkah, frontal, tapi juga pekerja keras. Karena aku mengenal dia dari kecil, mungkin terlalu banyak cerita yang kita lewati bersama, kalau aku ceritain semua bisa jadi cerpen ini. Aku cerita part-part yang paling aku ingat aja kali ya.  Suatu ketika, untuk pertama kalinya aku diperbolehkan pergi keluar kota tanpa orang tua ataupun keluarga ya itu sama dia. Cuma berdua, ke Daerah Istimewa Yogyakarta, kota yang indah, orangnya ramah-ramah, sangat menyenangkan. Kita tinggal di kos-kosan temannya dia, dan aku inget banget kita pernah ga mandi seharian karena kos-kosannya mati listrik dan ga ada air. Kita jala...

Bersama Vina (1)

Selamat siang, kali ini aku mau cerita tentang orang terdekat aku yang punya banyak cerita bareng aku. Aku awali cerita ini tentang teman baik aku, namanya Ifa (btw maaf ya fa aku ga samarin nama haha, sengaja). Dia termasuk orang terdekat aku, karena banyak hal yang pernah kita lalui bareng. Kita bertemu dan mengenal satu sama lain tepatnya karena kita satu kelas waktu aku kuliah. Aku inget betul bagaimana awal kita berkenalan dan memutuskan untuk bersahabat. Satu tahun berlalu seperti anak kuliahan yang lain aja gitu, sampai akhirnya kita mengikuti pemilihan HIMA alias himpunan mahasiswa. Dibilang aktif juga ga aktif banget sih, kita kebanyakan main diluar bareng dengan 4 teman dekatku yang lain (mungkin akan aku ceritakan di part selanjutnya ya hehe).  Tergolong dekat memang, aku sering membantu pekerjaan Ifa di Hima meskipun kita tidak satu divisi. Hal yang paling aku ingat sampai sekarang, aku dibonceng dia sampai ke ujung Kota ini hanya untuk membagikan sertifikat dan brosur ...

Sosial Media

Hai, apa kabar? Semoga kamu disana baik-baik aja, jangan lupa untuk bahagia ya.. Aku mau cerita tentang pertanyaan yang selalu muncul dalam benakku, "mengapa?". Di usiaku yang bukan remaja lagi, teman-temanku kebanyakan sudah pada nikah dan sibuk dengan keluarga kecilnya masing-masing. Ada banyak ragam instastory maupun feed yang mereka bagikan di Instagram. Tentunya mereka paham akan banyak pasang mata yang melihat itu. Aku memahami kebahagiaan mereka. Mempunyai keluarga sederhana yang bahagia adalah hal yang ingin mereka tampilkan. Wajar.  Tapi mengapa masih ada orang yang sudah share beberapa moment bahagianya, tapi beberapa waktu kemudian mereka undo. Apa mereka sekita tidak bahagia? Atau cuma ingin membaginya saat mereka bahagia saja? Atau mengapa begitu? Pertanyaan-pertanyaan akan muncul dan apa mereka memahami itu? Beberapa bulan yang lalu membagikan tentang moment bahagianya dengan pasangan di hari pernikahan. Lalu hilang begitu aja, tanpa jejak. Apa mereka menyadari ...

Thankyou

Entah berapa kali ini anak mengingatkan aku untuk buru-buru lulus, btw thanks ya ndut! Dititik ini aja masih mimpi bagiku, terimakasih banyak ya Vina.. Kamu sudah kuat selama ini, melupakan hal-hal yang membuatmu jatuh, dan mencapai ini mungkin ga gampang tapi kamu kuat buat itu. Semangat ya, Vin! Gatau lagi harus ngomong apa buat ibu, yang Vina dapatkan sekarang itu juga berkat doa ibu, makasih ya bu! Orang tua yang baik mungkin banyak, tapi mereka lebih dari baik bagiku, makasih Ayah dan Ibu untuk semua doa dan semangatnya selama ini!

Innalillahiwainnailahiraji'un

Pernahkah kalian mengagumi seseorang? Bukan sayang, tapi sekedar kagum akan sikapnya, pola pikirnya, habitnya. Karena kali ini aku mau cerita tentang mengagumi seseorang yang telah tiada.  Aku melihatnya pertama kali sebagai sosok yang jutek, keras kepala, egois. Tapi itu semua berubah sejak aku mulai mengenalnya. Dia gampang membuat orang tertawa, respect kepadanya, tingkahnya yang selalu menghidupkan suasana. Sosok yang gampang bergaul, membuat dia punya banyak teman. Terlebih sayang dengan keluarganya membuat aku awal mengaguminya. Suaranya yang merdu saat bersenandung ayat-ayat Al-Quran membuat leleh hati ini mendengarnya. Dikenal sebagai orang yang berdedikasi tinggi membuat sekitarnya selalu bersemangat. Malam itu, seperti malam yang mengerikan bagiku. Mendenger kabar tentangnya dari orang lain, membuat aku berpikir 'ini aneh'. Karena dia yang aku kenal selalu ceria, tidak pernah mengeluh, tiba-tiba dikabarkan sakit dan tiada. Innalillahiwainnailaihirajiun, engkau orang b...