Skip to main content

Posts

Ghibah?

Aku tahu apa kekurangan aku, kelemahan aku. Setiap orang pantas memberikan pendapat tentang siapa aku. Tentang bagaimana aku, bahkan semua tentang aku. Tapi apalah aku yang penuh kekurangan ini. Aku takkan peduli pendapat orang, bukan aku egois, bukan aku tidak mau menerima pendapat orang lain. Tapiiiii, ketika orang berkata jelek atau menilai buruk tentang kita, itu artinya mereka tidak mengenal kita. Pertanyaannya, apakah masih harus kita mendengarkan orang yang tak tau apa-apa tentang kita, tapi mereka berani menilai kita? Aku paham kita hidup sebagai makhluk sosial, kita butuh orang lain. Ketika kita butuh orang lain, tapi bukan orang lain yang bisa seenaknya saja menilai kita tanpa mengenal kita lebih jauh. Allah terus akan melihat apa yang telah kita perbuat. So, pikirkan apa yang akan kamu katakan. Jangan sampai kamu menyesal dengan apa yang telah kamu lakukan. Be smart guys!

Orang yang Tepat!

How do you do? Setelah aku buka lembaran baru dalam hidupku. Satu anganku mulai terwujud. Aku tak berhenti mengucapkan syukur. Tuhan begitu baik padaku. Termasuk dengan kehadiran orang-orang disampingku. Selama ini, apa yang mereka bilang cuma aku dengar. Tanpa aku pahami, maksud dan tujuannya. Tapi setelah semakin banyak orang yang bilang. Dan semua terkait, aku pikir ini harus diselesaikan. Hidupku tergantung dengan keputusan yang aku buat. Apapun yang telah aku tulis dan ukir selama ini. Akan menentukan hasil yang akan aku peroleh. Allah tidak pernah tidur, Allah mengatur segalanya. Ketika setiap orang punya pendapat, dan dia tak peduli sekitarnya. Apa itu tidak egois? Apa yang kamu mau, tidak selalu menjadi yang kamu butuhkan. Sedang kita hidup untuk memenuhi kebutuhan bukan kemauan. Ketika kamu berani mengambil keputusan, pahami apakah itu yang terbaik? Segala sesuatu haru dipertimbangkan, bukan? Aku tak pernah berharap pada sesuatu ke-an...

Kesalahan yang sudah

Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Tapi apa kita harus terus menghukumnya? Sekali, dua kali ngejudge orang karna kesalahannya tentu boleh. Tapi kalau terus kalian judge, apa kalian tak peduli tentang perasaannya? Cobalah kalian sedetik aja bertukar posisi dengannya, apa kalian mau terus di judge orang karna kesalahan yang sudah kalian lakukan? Jangan muna deh, setiap orang pasti pernah berbuat salah, cuma ada yang berani minta maaf, ada yang tak berani minta maaf. Andai itu orang sudah minta maaf, apa kalian masih pantas ngejudge dia berkali-kali? Plis, kasihlah dia ruang untuk tak selalu mengingat tentang kesalahannya. Allah aja pemaaf, kenapa yang kita cuma makhluknya tak bisa? Apa orang yang sudah buruk akan terus jadi buruk? Bunga aja yang mekar bisa layu, apa kalian tak sadar akan hal itu? Pernahkah kalian berbuat salah tapi tak berani minta maaf? Sudahkah kalian berkaca? Ada orang yang berbuat salah dan berani minta maaf, tetep kalian judge sewaktu-waktu, apa itu adil...

Tergantikan

Merelakanmu bukan hal yang sulit. Karna bagiku, awalnya teman ga terlalu berarti jika berakhir jadi teman lagi. Ketika ada seseorang yang lebih bisa membuatku bahagia. Aku harap kau pun akan terlihat bahagia. Jangan berpikir buruk tentang aku. Ingat aja masa-masa kamu bisa tertawa karna hal konyol yang aku lakukan. Kita pernah tertawa bersama kan? Kita pernah saling menjaga, meskipun itu tak berlangsung sampai sekarang. Aku tak maksud untuk bermain belakang. Tapi dia ada dan membawa hal baru yang menyenangkan. Aku tak berpikir ini akan berlangsung lama. Semuanya sudah terjadi, dan aku hanya bisa berkata maaf. Bukankah setiap orang akan mencari yang lebih baik? Aku ga bilang kamu tidak baik, kamu jangan berpikir seperti itu! Kamu suda terlalu baik untukku, sampai aku tak punya alasan untuk meninggalkanmu. Dulu aku merasa 1 jam tanpa kabarmu kayak mau putus asa. Tapi sekarang apapun itu, aku ga peduli lagi. Karna kamu telah tergantikan. Nb: ini ga real, karna aku nulis...

Sayang itu tidak egois

Sempat aku berpikir indahnya hari jika selalu bersama dengan orang yang kita sayang. Tapi apa yang terjadi kalau orang yang kamu sayang meninggalkanmu begitu saja tanpa alasan. Dia bilang masih menyayangimu, masih berharap perjuangan darimu, tapi yang kamu lakukan padanya tidak terbalaskan. Dia hidup dengan dunianya, tanpa memperdulikan perhatianmu. Dia bilang, kamu sangat egois, kamu rak mengerti apa yang dia lakukan selama ini. Kamu selalu salah dihadapannya. Apa yang telah kamu beri, tidak terlalu berarti untuknya. Lalu pernah kah kamu berpikir, masih pantas kah orang seperti itu bersama denganmu?  Orang yang saling menyayangi, tidak akan saling menyakiti. Bukan cuma butuh perhatian tapi juga kasih dan sayang. Ketika kamu sakit, dia selalu ada. Selalu ada yang aku maksud bukan selalu disamping kamu, tapii cukup mengingatkanmu jangan lupa minum obat atau sekedar mengingatkan untuk lebih banyak istirahat. Bukankah kehadiran orang yang kita sayang disaat apapun akan membu...

Teruntuk kamu

Aku suka bingung sama cinta yang terbagi. Bagi beberapa orang, mungkin mencintaimu adalah hal yang terlarang. Tapi apa yang bisa aku lakukan? Tetap mencintaimu aku salah, berhenti mencintaimu aku tak bisa. Aku sadar, sejak kepergianmu aku tak lagi bisa mencintai dengan setulus hati. Bahkan aku bingung membedakan cinta ini untuk siapa. Ada yang bilang, ini soal move on. Tapi mereka tak pernah mengalami sepertiku. Cinta ini dari hati, yang dulu tanpa melihatmu saja, aku bisa rindu. Yang dulu tanpa memegangmu saja, aku bisa bilang sayang. Kamu tau? Cintaku padamu sejauh doa yang selalu aku haturkan. Setiap langkahmu, itu kebahagiaan bagiku. Kini cinta yang dulu saling memiliki, harus menjadi kenangan indah. Yang terukir selalu dalam hati, kita berdua. Aku tak tau, apa kamu juga merasakan hal yang sama. Karna setiap masalah, musibah, kekecewaan yang dulu selalu aku timpahkan padamu. Jadi sesuatu yang sulit bagiku untuk tidak mengingatmu dalam sedihku. Aku rindu, iya aku...

Lupa

Aku baru tau kenapa kita harus terus bersyukur. Karna kita diciptakan dengan begitu sempurna. Tuhan itu Maha Segalanya. Tinggal bagaimana kita bisa menerima kehendakNya atau tidak. Diagnosa dokter begitu buat aku takut. Dari keganasan tumor dipayudara, tumor di tulang iga, tumor paru-paru, sampai tumor plasma darah. Aku tidak pernah merasa sedih karna ditakdirkan tidak sempurna. Tapi aku takut ketidak sempurnaan ini buat aku lupa akan bersyukur kepadaNya. Terus aku bertanya, kenapa aku bisa kayak gini. Tapi ya sudahlah. Ini memang takdirku. Allah sayang padaku dengan caraNya. Banyak orang yang membuatku semangat untuk sembuh. Mereka bilang aku masih terlalu mudah untuk mengidap apa yang dokter bilang. Aku juga merasa masih terlalu mudah. Tapi apa yang aku pikirkan selalu bertentangan dengan diagnosa dokter. Aku sudah lupa rasa takutku pada jarum suntik. Aku lupa rasa takutku pada ruangan dingin dengan begitu banyak alat kedokteran. Aku sudah lupa dengan rasa takutku melihat alat-alat i...