Skip to main content

Posts

Memikat hingga Mengikat

Menemuiku memang bukan pengalaman pertama baginya, begitupun aku menjemputnya bukanlah hal yang asing. Hanya dua kali dalam setahun kami bertemu, tidak membuat jarak tampak jelas. Dia bukan sosok yang aku kagumi layaknya bintang iklan, tapi karena bertemu dengannya membuka mataku tentang sisi lain seorang bintang. Orang tua yang mulai mengkhawatirkan anaknya, saat itu telah tiba. Dari memikat hingga mengikat, aku tidak pernah meragukan hubungan ini karena kami tulis ceritanya bersama. Dan ini awalnya. Sore itu aku menjemputnya seperti biasa, di salah satu Stasiun di pinggir kota Surabaya. Wajahnya yang lagi-lagi menarikku untuk selalu tersenyum ketika melihatnya. Bulu mata yang lentik itu tak lama membuat aku terpikat olehnya. “Sudah lama nunggunya?”, tanyanya sembari menarik tanganku . “Lumayan, ayo! Disana mobilnya”, jawabku dengan menunjuk arah.             Kami pergi ke salah satu tempat makan untuk bertemu dengan orang ...

Selulitis

Selulitis adalah infeksi bakteri pada kulit dan jaringan di bawah kulit. Hal ini terjadi ketika bakteri masuk dari kulit yang terbuka (luka) dan menyebar. Hasilnya adalah infeksi yang dapat menyebabkan pembengkakan, kemerahan, nyeri, ataupun hangat pada kulit. I nfeksi kulit bakteri umum yang menyebabkan kemerahan, pembengkakan, dan nyeri di area kulit yang terinfeksi. Jika tidak diobati, dapat menyebar dan menyebabkan masalah kesehatan yang serius.  Perawatan luka dan kebersihan yang baik penting untuk mencegah selulitis. Berbagai jenis bakteri dapat menyebabkan selulitis, yang merupakan infeksi pada lapisan kulit yang lebih dalam. Penyebab paling umum seluliti adalah bakteri grup A Streptococcus atau grup A strep. Para ahli tidak tahu bagaimana bakteri masuk ke dalam tubuh bagi banyak orang yang mendapatkan selulitis. Terkadang bakteri masuk ke dalam tubuh melalui lubang di kulit, seperti luka atau luka operasi. Umumnya orang tidak dapat tertular selulitis dari o...

Penantian

Ada yang rusak, tapi aku bingung cara memperbaikinya. Bukan karena aku tidak mau memperbaikinya, tapi aku tidak tahu bagian mana yang harus diperbaiki terlebih dahulu. Ada yang luka, tapi aku bingung cara menutupnya. Bukan karena aku tidak mau menutup luka itu, tapi luka itu sudah terlalu besar untuk sekedar ditutup. Ada yang sakit, tapi aku bingung cara mengobatinya. Bukan karena aku tidak mau mengobatinya, tapi aku tidak mengerti obat apa yang bisa menyembuhkannya.  Rindu yang amat dalam membutakan mata sehingga nikmat yang ada jadi tidak terlihat. Cinta yang amat besar membekukan hati sehingga kebohongan yang ada jadi tidak terasa. Rasa sayang yang amat luas menutup mata dan hati sehingga  kenyataan pahitpun terasa indah. Janji manis yang terucap dulu, kini hanya tinggal kenangan. Kenangan manis yang dulu, kini hanya peninggalan. Tidak pernah terlihat kah olehmu rasa sayang, cinta, serta rinduku yang begitu melimpah kepadamu? Berdoa dan berharap bahwa mimpi bukan hanya seke...

Minggu

Selamat malam, minggu. Tenang bukan harimu? Aku diam menatapmu dari jauh. Seperti menangis tengah hujan kala itu. Harapanku runtuh melihatmu. Nyata wujudmu meski tak bisa ku sentuh. Sore berganti malam, minggu. Menyapamu pun aku masih tak mampu. Sungguh, ini bukan karena aku malu. Tapi hati ini terasa rapuh. Detak jantungku berdegup saat itu, Menanti jawaban darimu. Jarum jam itu, terus berputar minggu. Tak bisakah kau jelaskan padaku? Tentang segalanya yang terlihat pilu. Aku ada disini untuk menunggu. vin.

Bersama Vina (4)

Haiiiiiii!!! Setelah sekian purnama balik lagi cerita Bersama Vina. Kali ini aku mau cerita tentang sahabat aku jaman awal kuliah sarjana. Aku inget banget karena aku ngerasa sendirian waktu ospek dan cuma dia yang nemenin. Kita engga dari sekolah yang sama, engga satu circle pertemanan, cuma entah aku kenapa pertama kenal udah langsung akrab. Sampai-sampai aku maksa masuk kelas dia di hari pertama kuliah wkwk (yang sebenernya kita ga sekelas). Aku rela telfon dosen wali untuk pindah kelas, karena aku ngerasa cuma kenal dia waktu itu. Seribet itu karena aku orangnya susah bergaul, susah memulai berteman dengan orang baru. Emmm, oke aku mulai cerita tentang kita, yang terjadi adalah kita tidak sekelas tapi kita masih saling bertukar cerita lewat BBM. Inget kan jaman dulu kaga ada yang namanya whatsapp atau line.  Setiap saat kita chat, bahkan ga ada notif selain notif chat dari dia wkwk. Oiya sampe lupa aku sebutin namanya wkwk, namanya Enggal. Kita sadar kita kalahin orang pacaran ...

Malu

Apa benar cinta membuat kita buta? Entahlah aku malu untuk mengungkapkan ini. Mungkin sekarang pipiku memerah, bibirku tersenyum lebar, ini sangat membuat aku malu. Aku merasa bersama dengan orang yang tepat, belajar untuk menjadi dewasa bersama, dan berharap bisa menua bersama. Tidak peduli seberapa banyak orang yang menginginkan perpisahan kita, tapi kita tetap memilih bertahan. Masalah yang dulu terlihat besar, kini mampu kita kecilkan. Masalah yang dulu terasa sepele, sekarang menjadi tidak terasa. Hadiah terindah yang belum pernah aku dapatkan sebelumnya, merasakan cinta kasih. Mungkin aku belum bisa mendefinisikan apa itu cinta, karena terlalu dini untuk mengungkapkan bahwa ini memang cinta. Dimulai dari menganggap dirinya adalah satu-satunya, memahami dan dipahami perasaannya, saling mengasihi dan menerima keadaan yang ada. Sampai dititik aku bisa menertawakan tingkahnya, memaklumi emosinya, memaafkan kesalahannya, dan (iya) aku tidak berhenti memikirkannya.  Tumbuh bersama ...

07.52 05012022

 Pagi ini aku ke puskesmas untuk mengurus salah satu persyaratan perpanjangan SIM. Saat duduk mengantri panggilan masuk ke poli umum, tepat sekali disebelah kanan aku ada ibu-ibu mengantar anaknya. Entah anaknya sakit, atau beliau yang sakit. Tapi yang membuat aku tercengang, melihat bajunya yang super ketat dan super pendek. Beliau menggunakan mini dress dengan nyaman awalnya duduk dan bersantai mendengarkan lagu maybe dengan headset. Tidak begitu lama ada bapak-bapak datang dan duduk tepat didepan ibu itu. Tau dong apa yabg terjadi? Ibu itu seketika salah tingkah. Membenarkan letak kaki, menurunkan dressnya yang menurutku ga bakal bisa turun lagi hemm. Seketika bilang dalam hati, "itu super ketat loh bu hehe".  Aku salah ga sih kalau senyum-senyum melihat ini. Tingkah orang sekarang menggelikan deh. Coba kalau ibu pakai baju yang lebih sopan pasti ga bakal ribet sendiri sampai salah tingkah. Take care ya, bu! :)