Skip to main content

Posts

Waktu yang Salah

Beri kisah kita sedikit waktu Semesta mengirim dirimu untukku Kita adalah rasa yang tepat diwaktu yang salah~ Lagu ini tiba-tiba jadi terfavorit bulan ini deh hmm Kalian juga harus denger nih lagu, dengerin, masukin dalam hati. Kalian bisa check  disini (Jangan bilang-bilang ini lagu dari aku ya, ntar dikira aku galau wkwk)

Tutup Telinga

Ada yang bilang aku ini cupu, karena ga punya banyak teman. Ada yang bilang aku ini plinplan, karena mood aku yang suka berubah. Ada yang bilang aku norak, karena aku suka histeris melihat keindahan yang haqiqi wkwk. Ada yang bilang aku ini alay, karena aku suka pake bahasa-bahasa yang tidak seharusnya. Pernah aku mencoba untuk jadi seseorang yang dilihat orang lain itu sebagai pribadi yang baik-baik saja. Pernah aku coba jadi orang yang tidak apa adanya, sok rajin, sok paling bener, eh dibilang egois wkwk. Kalau dipikir-pikir nurutin apa kata orang gaada abisnya. Mending ngelakuin semuanya dengan hati dan gaperlu nutup-nutupin apapun dari orang lain. Simplenya sih jadi diri sendiri aja gitu. Bakal lebih better kok, percaya ga percaya aku udah ngelakuin itu sekarang. Dan aku merasa lebih baik, menutup kuping bukan berarti ga peka atau ga perhatian, tapi lebih menutup komentar orang ajasih. Biar akunya juga bisa berkembang sesuai harapan aku, bukan cuma harapan orang lain. Tangan cuma p...

Cuma sesaat

Angin berhembus kencang, membuat aku lupa akan debu. Gelombang begitu tinggi, membuat aku lupa akan tsunami. Daun menghijau, membuat aku lupa akan musim gugur. Hanya keindahan yang aku lihat, sampai aku lupa indahnya cuma sesaat.

Kosong

Aku gatau apa tujuanku menulis ini. Aku gatau apa harapanku menulis ini. Yang aku tau hanya aku ingin menulis ini dengan hati. Dear.. Terlalu banyak hal yang kamu tidak mengerti, atau mungkin bukan tidak mengerti tapi kamu tidak mau mengerti. Jujur, aku selalu berusaha menuruti apa maumu. Bahkan dititik lelahpun aku tetap menurutimu. Tapi pernahkah kamu berpikir, bagaimana perasaanku? Aku menurutimu dengan hati, tapi kamu tak pernah melihatnya. Aku gaakan kasih contoh, karna kamu sudah dewasa. Kini ku serahkan kembali kepadamu rasa yang tulus dalam hati. Yang mungkin rasa ini, yang telah membagi kebahagian padaku. Setalah sore ini, aku tak bisa membayangkan bagaimana malamku tanpamu, hariku tanpamu, tanpa kasih sayangmu. Ternyata benar, sederas apapun hujan tiba, akan ada saatnya untuk redah. Dulu, kamu begitu mempertahankan aku. Dulu, kamu begitu menyayangiku. Dulu, kamu begitu berkorban untukku. Dulu, tapi itu dulu. Kini hujan mulai redah, akankah ada pelangi yang indah dihariku?

22.29

Malam ini tepat pukul 22.29 aku mendengarnya meminta maaf. Tapi aku tak mampu menjawabnya. Aku kecewa, tapi aku tak mau dia mengetahuinya. Aku tak marah padanya, mungkin ini cuma rasa sedih. Takkan banyak yang akan aku ceritakan. Aku benci dengan kondisi ini. -250319

Jatuh Cinta?

Aku tak pernah jatuh cinta. Aku tak pernah merasakan apa itu cinta. Atau mungkin aku pernah merasakan tanpaku sadar. Atau mungkin aku pernah jatuh cinta tapi terluka sangat dalam. Jadi aku lupa akan cinta. Aku selalu berharap bahwa cinta yang aku nantikan akan indah pada waktunya. Aku sedang mencarinya, aku sedang mendambanya. Memuji setiap langkahnya, tanpa terlewatkan. Aku putihkan semua waktu, aku kosongkan hati untuknya. Hanya untuknya. Entah rasa ataupun harapan, kini ku pasrahkan pada Tuhan hanya karenanya. Mungkin waktu akan ada habisnya, mungkin jarak akan lebih jauh dari sebelumnya. Tapi rasa takkan pernah bohong untuk selamanya..

Kamu benar.

Kamu benar. Ada yang aku sembunyikan. Tapi aku tak mau membuatmu khawatir akan hal ini. Aku tau, suatu saat kamu akan baca tulisan ini. Kalo memang benar kamu baca ini, aku minta maaf. Aku kecewa, memang benar. Aku merindukanmu sebesar rindumu padaku, mungkin. Aku ingin bertemu denganmu. Tapi aku tak bisa memaksamu untuk menemuiku. Aku payah, memang benar. Yang harus kamu tau, aku merindukanmu. Sangat merindukanmu. Doa yang terbaik akan selalu ada untukmu :)