Skip to main content

Posts

Hanya padanya..

Selamat malam. Ini cerita aku, dan aku awali dengan bahagia. Semenjak aku mengenalnya, semua terasa lebih berwarna. Meski bukan cuma bahasa, tapi juga latar belakang yang berbeda, itu tak jadi masalah baginya. Kita memang tak sama, kita jauh berbeda. Tapi yang aku heran, dengannya aku selalu bisa meredam amarah. Jujur saja, aku bukan tipe orang yang diam jika ada masalah. Aku tipe orang yang besar ambisi, karna aku tak mau mengalah. Tapi dengannya aku belajar untuk bisa mengalah. Aku diam saat dia marah. Aku menunggunya untuk kembali menyayangiku. Entah apa yang membuat aku menghadapinya berbeda dengan yang lain. Mungkin aku bisa semarah itu sama yang dulu, tapi tidak sama dia. Yang dia tau, aku selalu membahas tentang apa yang tidak dia sukai. Tapi aku selalu diam dan memilih untuk mengiyakan semua tuduhannya. Dengan tulisan ini, aku berharap dia tau bahwa sebaik apapun orang di masalalu aku tak sebaik dia. Dan aku berharap seburuk apapun masalalu aku dengan siapapun, takkan merubah r...

Untittled

Rasanya baru saja aku tulis bagaimana aku sangat menyayanginya. Tapi suda dia titipkan luka pada hati ini, kemarin. Aku kecewa, tentu sangat kecewa. Melihatnya tertawa bersama orang lain pun aku tak sanggup. Jangankan tertawa, senyumpun aku tak rela. Bagaimana mungkin dia memantaskan itu semua disaat aku terpuruk. Terpuruk dengan kondisi, dengan masalah yang ada. Aku sakit, tentu sangat sakit. Tak perlu banyak alasan lagi untuk aku bertahan. Mungkin karna Tuhan sedang merencanakan hal indah didepan sana. Selalu aku berdoa tak henti, tapi mungkin memang benar. Kemarin Tuhan mau lihat seberapa aku mampu melewatinya. Aku terima semua keputusanNya.  Seharusnya takkan pernah ada alasan untuk saling menyakiti -un

Iya kecewa #05

Aku kecewa? Iya aku kecewa. Tapi aku bisa apa? Takkan ada hal yang bisa mengubah keputusan kamu. Aku rindu? Iya aku rindu. Tapi aku bisa apa? Aku tak punya keberanian untuk menghubungimu. Aku payah? Iya aku payah. Tapi aku bisa apa? Aku merindukan sesuatu yang tak bisa ku gapai. Tunggu, yang harus kamu tau. Aku bukan boneka. Aku punya perasaan, punya hati untuk tau seberapa jarak yang kamu bentuk untuk kita. Kurang seluas apa rasa kecewaku kepadamu. Oh bintang, malam ini aku lukis perasaanku dengan tangis. Aku ingat akan indahnya malam itu, malam dimana dia berjanji untuk terus bersamaku. Lantas apa yang membuatnya lupa akan janji yang ia buat? Aku kecewa tapi aku tak berdaya.

Kecewa sekali #04

"Mungkin kau bahagia bila dengan yang lain" - Tompi Bodoh jika aku tetap mempertahankan keinginan aku, tanpa aku berusaha mengerti kamu. Aku sudah salah menilai hati kamu. Aku pikir memang benar, bahagiamu itu aku. Tapi sekarang sepertinya engga. Aku sudah bukan kebahagiaan untukmu. Aku mengalah untuk tidak egois, melepasmu yang mungkin bukan inginku. Selama ini ratusan kata sayang tidak cukup untukmu mengerti seberapa rasa ini ada. Dan janjipun rasanya tak mampu mengalahkan egomu untuk terus mengatakan 'tinggalkan aku'. Ingin rasanya aku berkata kasar, 'aku sayang sama kamu bego! jangan suruh aku ninggalin kamu terus! bodo!'

Mengecewakan #03

Aku menunggumu, bukan untuk kau sia-siakan.  Aku menunggumu, untuk kau perjuangkan.  Coba sebentar saja kau memikirkan perasaan aku.  Coba sebentar saja kau mengerti aku.  Andai kau tau, aku takut kecewa karenamu.  Andai kau tau, aku takut kecewa itu terulang lagi.  Aku tak tau kenapa aku mudah kecewa.  Aku tak tau kenapa aku mudah mengecewakan.  Selalu berulah seperti yang tak sesuai keinginamu.  Selalu berulah seperti yang tak sesuai denganmu.  Aku menjadi sosok orang yang selalu merasa kecewa.  Aku menjadi sosok orang yang selalu mengecewakan.  Sempat aku berpikir, masih pantaskah aku untukmu?  Masih pantaskah kau katakan aku bahagiamu?  Masih pantaskah kau katakan cinta padaku?  Masih pantaskah kau katakan merindukanku?  Sedang aku tak sanggup untuk mengecewakanmu lagi. 

Kecewa dan rindu #02

Rindu. Kau tau apa itu rindu? Menyenangkan bukan ketika kau tau apa itu rindu? Lantas apa yang rasakan selain rindu? Sedang aku disini tak merindukanmu. Kau tau seberapa besar rinduku dengan kebiasaan yang kau bentuk? Tapi sebesar apapun itu, kalah dengan rasa kecewaku. Aku diam, bukan berarti aku tak mengerti. Justru semakin aku diam, semakin aku mengerti apa itu rindu akan kekecewaan. Aku berhenti memikirkan rindu, tapi tidak dengan kamu. Yang aku yakini sekarang, kau sedang merindu. Entah apa yang kau rindukan. Aku tak mau tau, sekalipun kau kembali dengan rindu. Baru kali ini, aku merasakan rindu dan kecewa bertemu. Sering aku bertanya, mengapa dan mengapa? Tapi aku tak menyadari, setiap darah mengalir dalam tubuhku telah menjawabnya. Rindu ini ada karna telah kecewa. Dan rindu ini ada karna telah terluka. Tak selalu rindu datang dengan bahagia. Tak selalu rindu datang dengan indah. Karena aku dan kamu, tak lagi bersatu dalam ikatan janji rindu.

Aku Kecewa #01

Kau buat aku kecewa dengan sikapmu. Lagi, lagi, dan lagi.. Luka lamaku kau ingatkan kembali saat ini. Mungkin kamu tak menyadari itu. Tapi aku terlalu perasa untukmu. Kau buat aku kecewa dengan hal kecil yang terlalu kau gampangkan. Jika memang aku bukan satu-satunya, tinggalkan aku. Detik ini, tak akan ada bedanya dengan besok ataupun lusa. Jika cerita tak berarti ini akan segera berhenti. Aku dengan rasaku memohon untuk kau tidak kembali. Dengan alasan apapun, atau tanpa alasan apapun. Aku kecewa.