Skip to main content

Posts

Hati yang Terluka

Apa kabar hati yang tergores luka? Kini kau kesepian bukan? Terlalu banyak hal yang sudah kau lalui Membuat kau hilang arah  Apa kabar hati yang tersakiti? Rayuan lembut yang dulu sering kau dengar Kini akan menjadi hal yang paling kau rindukan Apa kabar hati yang rapuh? Sudahkah bisa berdiri tegak? Aku tak yakin, ini seperti tak nyata Aku tak percaya, ini seperti fana Kau hanya bisa terdiam bukan? Jalinan kasih yang kau bentuk hilanglah sudah Hanya sedikit rasa kecewa yang tertinggal Mungkin karena cinta yang terlalu dalam Hati yang begitu keras seperti batu ini Seketika hilang tak tau kemana Jejaknya sudah tak terlihat lagi Akankah kau beristirahat dan diam sejenak? Wahai hati yang terluka..

Ini belum berakhir

Aku lelah harus berpura-pura bahagia. Aku lelah harus menjadi orang bertopeng. Air mata ini tak lagi bisa ku bendung, hanya dengan selalu tersenyum bahkan tertawa didepan mereka. Entah apa yang terjadi dengan hati dan pikiranku. Seperti ada yang tidak sinkron. Aku butuh sosok yang bukan cuma mengerti tapi juga sosok yang siap menegur saat aku salah. Pertanyaan yang selalu muncul dalam hatiku, siapa yang benar-benar menyayangiku dengan tulus? Dan siapa yang benar-benar aku butuhkan? Hidup memang banyak pilihan, karena itulah untuk aku yang susah menentukan mana pilihan yang tepat untukku, menjadikan aku sulit dalam menjalani hidup. Aku yakin ada sebagian orang pernah berada diposisiku, tak mengerti harus berjalan kemana karna tak bisa memilih atau bahkan Ia sudah memilih tapi bingung cara menjalaninya karna pilihan itu sulit dilalui. Sempat aku menyerah, tapi aku pikir ini belum berakhir.

Selamat Sore

Selamat sore. 19sept19. Dingin ya? Apa cuma aku yang ngerasa dingin? Kalau cuma kecewa rasanya sudah biasa aku rasakan. Kalau dingin baru pertama kali aku rasakan. Mungkin kalau orang lain yang berkomentar dan menilai kita seenaknya aja sih wajar. Mereka tidak mengenal kita. Jadi mau mereka bilang apa tentang aku, aku bodoamat. Tapi kalau sudah orang yang terdekat kita yang menilai kita atau bahkan orang yang kita sayangi bisa menilai kita "negatif" rasanya dingin aja. Entah itu karena mungkin perasaannya beku. Atau mungkin karena ada orang lain yang mempengaruhi pikirannya. Entah. Yang aku rasain cuma dingin. Karena penilaian dia terhadapku. Salam.

Aku bukan boneka dan kita semua bukan boneka.

Aku bukan boneka. Kadang orang itu gampang banget menilai kita cuma dari ngobrol pertama kenal. Padahal banyak hal yang mereka gaakan pernah tau sebelum mereka mengenal kita lebih dekat. Suka ga abis pikir aja. Kapan orang lain bisa ga mudah, maaf ngejudge kita. Pengen gitu rasanya bilang ke mereka, kalau mereka tuh ga kenal kita. Jadi jangan asal ngejudge. Kita semua tau kalo setiap orang punya hati dan perasaan. Jadi jangan asal ngomong, bisa jadi omongan kita itu menyakiti orang lain :( kita semua kan bukan boneka. Kalian ngomong, kita dengar. Please ayolah jadi pribadi yang lebih baik lagi. Toh kita hidup juga butuh orang lain. Ayo kita bangun silahturahmi yang baik dengan sesama. Kita ini sodara, kawan :)

Selamat malam kamu yang disana.

Selamat malam kamu yang disana. Sudahkah kamu menjemput rinduku ini? Rasanya sudah menumpuk dan aku tak mampu lagi menampungnya. Selamat malam kamu yang disana. Rindukah kamu kepadaku, yang kau puji setiap waktu? Rasanya aku sudah tidak tahan lagi untuk bisa memelukmu. Selamat malam kamu yang disana. Pernahkah kamu mengingat hari dimana kita saling merajut kasih? Iya tentu dihari itu aku bahagia, dan kaupun begitu. Selamat malam kamu yang disana. Aku rindu dan aku tak mampu menghapusnya hanya dengan mendengar suaramu.

Flashback 2017

Aku terlahir sebagai anak yang tidak sempurna. Memiliki banyak kekurangan, dari fisik yang lemah, pribadi yang mudah menyerah, sulit untuk berpikir positif. Tapi aku selalu mencoba menjadi orang yang mau terus berkembang. Tentu menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sempat aku terjatuh dan sangat terpuruk. Mengetahui bahwa dugaan dokter tentang fisik aku yang lemah ini ternyata mematikan. Aku menangis hampir setiap hari. Tapi aku beruntung, aku punya keluarga, teman layak sodara, dan semua orang terdekat aku selalu ada disampingku. Semangat mereka semua, buat aku berpikir lagi dan lagi akan kesembuhan. Menjalani beberapa operasi yang sulit dibayangkan, karna aku tak pernah menyentuh alat kedokteran dari aku kecil. Rumah sakit yang tadinya seperti neraka, menjadi hunian yang nyaman untukku waktu itu. Melewati itu semua memang tidak mudah, butuh perjuangan, keringat, airmata, bahkan kasih dan sayang tanpa henti mereka tunjukkan padaku. Sekali lagi aku beruntung punya mereka didunia ini....

Curahan Hati 00.45

Ku ingin bersimpuh padaMu yaAllah untuk mengadu dan mengeluh. Tentang bagaimana caranya memperlakukan aku seperti bukan siapa-siapa. Tapi aku tak mampu mengutarakan semuanya padaMu, karna ku tau aku bukan hambaMu yang taat. Aku takut keluhanku hanya akan menjadi bomerang untukku sendiri. Ijinkan aku untuk mengulang dan mencoba terus bersyukur atas apa yang aku terima. Aamin.