Skip to main content

Rindu Pagi

Aku berdoa karena rindukan pagi yang indah
Berharap mentari kan cepat menghalau bulan
Oh bintang, akankah kau menari ditidurku lagi?
Aku ingin tetap bisa menatap mentari di esok hari
Meski tubuh kian melemah, raga pun tak berdaya
Jangan tanya mengapa! Karna ini dariNya.
Oh bulan, kenapa aku lihat kau begitu bersinar?
Tak tampak tertutup awan sedikitpun
Padahal angin begitu kencang menerpa dinding ini
Ku pikir ini sementara, ternyata salah
Embun dipagi hari yang aku sangat rindukan
Gemercik air yang bahkan tak sedikitpun membasahiku
Aku rindu pada mereka, yang dulu
Setiap doa yang ku pajatkan, hanyalah untuk diriku
Bukan karna aku egois, tak peduli sekitarku
Ini soal aku, bukan mereka
Aku yang sudah lama menanti pagi
Kini cuma harapan bagiku menatap langit yang cerah
Ragaku mulai lelah, tak kunjung menguat
Semangatnya yang selalu acuh, kian bautku menangis
Oh mentari, akankah kau menyambutku di esok hari?
Aku sangat rindu padamu, kehadiranmu.

Comments

Popular posts from this blog

21.07 10.02.20

Aku pernah larut dalam kesedihan yang akibatnya kondisiku semakin memburuk. Aku sering berpikir berlebihan yang membuat aku kebingungan sendiri. Iya sebenernya bukan itu yang mau aku ceritakan. Tapi ini soal kecewa (lagi) yang mungkin aku bingung bagaimana mengobatinya. Aku pernah sangat menyayangi, dan merasa sangat disayang. Tapi itu sesaat sebelum dia ga bisa nahan ego dan sikap angkuhnya. Aku diam, dan merenungkan tentang rasa yang kupunya. Mungkin benar jika rasanya tak sebesar rasaku. Dan mungkin benar jika aku bukan yang terbaik untuknya. Kalo ngomongin tentang ikhlas mungkin dengan waktu yang cukup lama kebersamaan ini sangat berarti untuk aku, yang tidak untuknya, buat aku susah mengikhlaskan semuanya. Tapi aku bisa apa? Sudah cukup dicampakkan berkalikali, sekali dua kali mungkin aku masih bisa mengalah, kalo suda berkalikali? Apakah aku masih harus percaya kalo ada cinta dihatinya? Atau cuma ego dan angkuhnya saja? Aku memang bukan wanita baik, tapi aku punya hati dan harg...

Hangat

Siang ini langit gelap, mendung tak terbendung Kudengar suara hujan seketika suasana menjadi senduh Aku duduk dan menatap banyaknya air yang jatuh perlahan Mengingatkan aku dengan hari dimana bersamamu adalah alasan kehangatan sore itu Senyummu menghiasi langit yang gelap ini Tawamu membuatku lupa dengan dinginnya hujan itu Nb: gara-gara hujan jadi inget moment itu, hangat.

Aku pusing.

Memang setiap orang pasti punya hak untuk memilih. Mana yang harusnya dia perjuangkan, mana yang harusnya dia tinggalkan. Aku memang bukan orang baik, yang selalu memilih sesuatu itu baik untuk aku. Terkadang aku juga terjebak dengan beberapa pilihan tapi aku memilih untuk salah. Bukan karna aku tidak tau itu salah, tapi karna semata aku bahagia. Yang aku pikirkan cuma kebahagiaan karna aku takut dengan hidup yang dikasih Allah ini aku jalani dengan tidak bahagia. Aku sering memilih untuk tidak berada di zona aman karna aku nyaman. Aku gatau ini terjadi pada setiap orang atau engga. Yang pasti aku sering melakukan ini. Terlalu banyak pilihan masalah, dan aku pilih masalah yang terberat untuk diselesaikan lebih dulu. Karna aku pikir setelah masalah terberat bisa aku selesaikan, akan mudah untuk aku menyelesaikan masalah yang lain. Tapi tenyata aku salah. Ketika aku tidak bisa menyelesaikan masalah terberat itu, yang sering terjadi adalah timbul masalah baru. Dan aku makin susah menyeles...